Langsung ke konten utama

Hasil Telaah Terhadap Penerapan Prinsip Understanding by Design (UbD) di dalam RPP

Halo Bapak/Ibu Guru Hebat di seluruh Indonesia!

Saya Nokadela Basyari, mahasiswi PPG bagi guru tertentu tahap 1 tahun 2025. Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan untuk melakukan telaah mendalam terhadap RPP/modul ajar yang pernah saya buat. Proses telaah ini tidak saya lakukan sendiri, melainkan bersama rekan-rekan sejawat dan Ibu Kepala Sekolah, yang sangat membantu saya mendapatkan perspektif berharga.

Tujuan telaah ini adalah untuk melihat seberapa jauh RPP/modul ajar saya telah mengimplementasikan prinsip Understanding by Design (UbD), terutama dalam merancang pembelajaran Fisika kelas X. Hasil telaah ini memberikan gambaran yang jelas tentang kekuatan dan area yang masih perlu saya kembangkan.

Saya ingin berbagi poin-poin hasil telaah ini dengan Bapak/Ibu sekalian, dan besar harapan saya untuk mendapatkan masukan serta saran yang konstruktif dari pengalaman Bapak/Ibu semua.


Hasil Telaah RPP/Modul Ajar Berdasarkan Prinsip UbD

Berikut adalah ringkasan hasil telaah saya:

Langkah 1: Menentukan Tujuan Pembelajaran (Desired Results)

Pada langkah ini, saya menemukan beberapa poin penting:

  • Area yang Perlu Dikembangkan: Saya menyadari bahwa saya belum sepenuhnya mengidentifikasi sasaran pembelajaran yang secara spesifik fokus pada pemahaman konsep yang mendalam dan penerapan pengetahuan dalam konteks nyata. Demikian pula, saya belum mengidentifikasi kemampuan penting yang menitikberatkan pada keterampilan yang relevan dengan konten pembelajaran dan dapat diterapkan di kehidupan nyata. Perumusan pertanyaan esensial yang mendorong peserta didik untuk menjelajahi konsep-konsep dan merumuskan pemahaman mereka sendiri juga masih menjadi PR bagi saya.
  • Area yang Sudah Baik: Di sisi lain, saya merasa sudah berhasil menentukan pemahaman utama yang mencakup inti dari pembelajaran dan bagaimana evaluasi pemahaman peserta didik akan dilakukan. Saya juga sudah menentukan kriteria keberhasilan capaian pembelajaran dengan cukup jelas, serta merumuskan tujuan pembelajaran dalam berbagai kategori kemampuan peserta didik.

Langkah 2: Menentukan Asesmen Pembelajaran (Acceptable Evidence)

Pada tahap ini, ada beberapa catatan penting:

  • Area yang Perlu Dikembangkan: Saya mengakui bahwa saya belum mengidentifikasi bukti kinerja atau produk yang dapat secara komprehensif menunjukkan pencapaian tujuan pembelajaran. Perancangan rubrik penilaian yang jelas dan terukur untuk setiap jenis bukti kinerja juga masih menjadi kelemahan saya. Selain itu, saya belum mengembangkan instrumen penilaian autentik yang sepenuhnya mencerminkan kebutuhan pemahaman mendalam.
  • Area yang Sudah Baik: Meskipun demikian, saya sudah berupaya merancang asesmen berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Saya juga telah merancang asesmen formatif untuk mengukur capaian pembelajaran yang berkelanjutan selama proses pembelajaran, dan yang terpenting, saya sudah mengumpulkan data asesmen untuk mengetahui perkembangan pencapaian peserta didik yang selanjutnya dipergunakan sebagai dasar menentukan tindakan lanjutan.

Langkah 3: Merancang Kegiatan Pembelajaran (Learning Plan)

Pada langkah ini, saya bersyukur menemukan banyak kekuatan dalam rancangan saya:

  • Area yang Sudah Baik: Saya sudah menentukan alur belajar yang berorientasi pada pencapaian tujuan pembelajaran dengan jelas. Saya juga sudah mendesain aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menjelajahi konsep secara mendalam. Pemilihan strategi, model, metode, dan pendekatan pembelajaran yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang terdapat pada asesmen juga sudah saya lakukan. Selain itu, saya telah berupaya mengembangkan aktivitas berdasarkan kebutuhan belajar peserta didik, mengintegrasikannya dengan konteks nyata, dan mengakomodasi keragaman kemampuan awal peserta didik. Desain aktivitas pembelajaran yang berbasis active learning dan fokus pada pencapaian konsep-konsep esensial juga sudah menjadi prioritas saya.

Refleksi dan Harapan

Dari hasil telaah ini, saya semakin memahami bahwa penerapan UbD secara penuh memang membutuhkan ketelitian dan pemikiran mendalam, terutama di langkah awal perumusan tujuan dan pengembangan bukti asesmen autentik. Meskipun saya merasa sudah cukup baik di langkah perencanaan kegiatan pembelajaran, efektivitasnya tentu akan semakin optimal jika fondasi di langkah 1 dan 2 diperkuat.

Mohon bantuannya Bapak/Ibu Guru sekalian untuk memberikan saran dan masukan berharga. Terutama pada area-area yang masih perlu saya kembangkan:

  • Bagaimana cara Bapak/Ibu mengidentifikasi sasaran pembelajaran dan kemampuan penting yang relevan dengan konteks nyata?
  • Bagaimana cara merumuskan pertanyaan esensial yang memicu eksplorasi murid?
  • Bagaimana Bapak/Ibu merancang bukti kinerja/produk autentik dan rubrik penilaian yang jelas?

Setiap kritik dan saran akan sangat membantu saya dalam mengembangkan diri sebagai pendidik yang lebih baik. Mari kita terus belajar bersama!

Terima kasih banyak atas perhatian dan bantuannya!

Salam hormat,

Nokadela Basyari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mendalami Pembelajaran Berdiferensiasi: Mengapa Diferensiasi Proses Begitu Efektif?

Mendalami Pembelajaran Berdiferensiasi: Mengapa Diferensiasi Proses Begitu Efektif? Halo rekan-rekan guru hebat! Saya Nokadela Basyari, mahasiswi PPG Tahap 1 tahun 2025. Sebagai bagian dari perjalanan belajar saya, saya baru saja menyelesaikan telaah mendalam terhadap tiga video pembelajaran yang mengimplementasikan berbagai komponen pembelajaran berdiferensiasi . Proses ini sangat mencerahkan dan memberikan saya perspektif baru tentang bagaimana kita bisa lebih efektif memenuhi kebutuhan unik setiap murid di kelas. Mari kita lihat sekilas apa yang saya amati dari ketiga video tersebut: Video 1: Diferensiasi Konten - Mengakomodasi Minat dan Cita-cita Murid Di video pertama, saya melihat contoh implementasi diferensiasi konten yang sangat menarik. Guru memulai dengan asesmen awal untuk memahami minat dan bahkan cita-cita murid. Kemudian, pembelajaran disesuaikan dengan memberikan pilihan konten yang beragam. Misalnya, murid diberi kesempatan untuk memilih negara di Asia Tenggara sesuai...

Berbagi Pengalaman Telaah RPP/Modul Ajar: Menuju Pembelajaran yang Berpihak pada Murid

  Berbagi Pengalaman Telaah RPP/Modul Ajar: Menuju Pembelajaran yang Berpihak pada Murid Halo Bapak/Ibu Guru Hebat di seluruh Indonesia! Saya Nokadela Basyari, mahasiswi PPG bagi guru tertentu tahap 1 tahun 2025. Sebagai bagian dari perjalanan belajar saya, saya berkesempatan untuk melakukan telaah mendalam terhadap salah satu RPP/Modul Ajar yang pernah saya susun. Proses ini tidak saya lakukan sendiri, melainkan bersama rekan sejawat dan Ibu Kepala Sekolah kami, menggunakan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) . Pendekatan TaRL ini sangat membantu kami untuk secara spesifik melihat seberapa jauh RPP/Modul Ajar saya benar-benar telah mempertimbangkan dan memenuhi kebutuhan belajar setiap peserta didik. Hasil telaah ini memberikan banyak pencerahan dan validasi terhadap praktik yang sudah saya coba terapkan. Saya ingin berbagi poin-poin hasil telaah ini di blog pribadi saya, dan besar harapan saya untuk mendapatkan masukan serta saran yang konstruktif dari pengalaman Bapak/...